Minggu, 10 Mei 2009

Obat Tradisional Bau Mulut

Obat Tradisional Bau Mulut

Bau mulut yang tidak sedap dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: sisa makanan yang dikeluarkan melalui pernapasan atau yang tersimpan di sela-sela gigi, peragian sisa makanan pada gigi, gigi berlubang, penyakit hati, peradangan gusi dan lain-lain.

Untuk mengatasi bau mulut harus dicari penyebabnya terlebih dahulu. Untuk mengatasi bau mulut yang kurang sedap dapat digunakan ramuan-ramuan sebagai berikut:

  • 10 lembar daun sirih direbus dengan air secukupnya, kemudian airnya digunakan untuk berkumur-kumur.
  • 10 butir kapulaga dan 30 gram daun pegangan direbus dengan air secukupnya, kemudian airnya diminum selagi hangat.
  • 15 gram daun beluntas, 2 butir kapulaga, 1 sendok the adas, dan garam secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, kemudian diminum selagi hangat.
  • 25 gram kencur direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc. Air rebusannya diminum selagi hangat. Atau, dapat juga dikunyah, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
  • 1 genggam bunga belimbing wuluh direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc. Setelah dingin, disaring, kemudian digunakan untuk berkumur-kumur.

Catatan:

Pilih salah satu resep tersebut dan lakukan secara teratur 2 kali sehari.

Obat Tradisional Bau Badan

Obat Tradisional Bau Badan

Bau badan terjadi karena bakteri yang mempengaruhi hasil pengeluaran kelenjar keringat sehingga menghasilkan bau yang tidak sedap atau dapat juga terjadi karena kurangnya kebersihan badan.

Pengobatan (Pilih Salah satu ramuan di bawah ini):

Ramuan Obat Tradisional 1 :

20 lembar daun sirih direbus dengan air secukupnya. Air rebusannya digunakan untuk mandi.

Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 2 :

10 gram adas, 7 lembar daun sirih, 25 gram kencur, dan 1 buah pinang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Air rebusannya disaring, diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 3 :

Daun beluntas segar secukupnya dibuat lalap

Pemakaian : Makan sebagai lalap secara teratur

Ramuan Obat Tradisional 4 :

Satu ikat daun kemanggi segar dibuat lalap

Pemakaian : Makan sebagai lalap secara teratur.

Ramuan Obat Tradisional 5 :

10 gram temulawak kering dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas.

Pemakaian : Minum setiap pagi hari.

Obat Tradisional Sariawan

Obat Tradisional Sariawan

http://murnii.multiply.com/journal/item/273/BIMOLI_-_bibir_monyong_lima_mili

Sariawan adalah tukak kecil, dengan dasar berwarna keputih-putihan, yang terjadi pada lidah, bibir, atau gusi sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri.

Sariawan disebabkan oleh kurangnya zat besi, vitamin B12, vitamin C, tetapi dapat juga timbul karena stress, atau tergigit oleh gigi ketika makan.

Pengobatan (Pilih salah satu ramuan obat tradisional di bawah ini):

Ramuan Obat Tradisional 1 :

Rebus 5 lembar daun sirih segar dengan air secukupnya. kemudian air rebusanya diminum selagi hangat.

Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.

Ramuan Obat Tradisional 2 :

30 gram daun ketepeng cina direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.

Ramuan Obat Tradisional 3 :

Daun kembang merak secukupnya direbus dengan air secukupnya kemudian airnya digunakan untuk berkumur-kumur.

Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.

Ramuan Obat Tradisional 4 :

3 jari asam jawa (dibuang bijinya) dan gula merah secukupnya rebus dengan air secukupnya. Rebusan disaring, airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.

Ramuan Obat Tradisional 5 :

30 gram daun kembang sepatu dicuci bersih, potong-potong, lalu seduh dengan 100 mL air mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring.

Pemakaian : Minum 3 kali sehari, masing-masing 100 mL.

Ramuan Obat Tradisional 6 :

Cuci bersih 20 gram kunyit yang telah diiris-iris, 20 gram asam jawa tanpa biji, dan 20 gram daun saga segar. Potong-potong semua bahan, lalu seduh dengan 500 mL air hingga tersisa 200 mL. Setelah dingin saring.

Pemakaian : Minum 2-3 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 7 :

Cuci bersih 3 lembar daun sirih, kunyah sampai lumat dan biarkan di dalam mulut beberapa menit.

Pemakaian : Telan air hasil mengunyah dan buang ampasnya. Lakukan 3 kali sehari.

dari berbagai sumber.

Obat Tradisional Flu

Obat Tradisional Flu

http://indie.inilah.com/berita/teknologi/2008/12/04/66400/ponsel-cegah-penyebaran-flu/

Flu merupakan penyakit pada saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala demam secara mendadak, otot-otot sakit , badan terasa dingin, sakit kepala ,batuk, pilek, dan badan terasa lemah.

Flu disebabkan oleh virus Influenza. Influenza sangat mudah menular dan biasanya berjangkit saat udara dingin/lembap, yaitu saat musim hujan.

Saat kondisi badan dalam keadaan baik, serangan influenza tidak akan menimbulkan akibat yang terlalu berat. Namun ketika kondisi tubuh lemah, virus influenza mudah menyerang dan mengakibatkan keadaan parah yang jika tidak segera teratasi dapat menyerang otak dan menimbulkan gejala seperti rasa nyeri di kepala, insomnia, menurunnya kesadaran, kejang, depresi mental, radang saraf, dan lain-lain.

Pengobatan (Pilih salah satu resep di bawah ini):

Ramuan Obat Tradisional 1 :

15 gram jahe dan 2 batang daun bawang putih direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 2 :

10 gram bawang putih, 10 gram bawang merah, dan 10 gram jahe diiris-iris lalu diseduh dengan air mendidih kemudian tempatnya ditutup selama 15 menit. Setelah itu, jahenya dibuang, sedangkan bawang putih dan bawang merahnya bisa dimakan dan airnya diminum.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 3 :

30-60 gram sawi tanah dan 10-15 gram bawang putih direbus dengan air secukupnya kemudian airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 4 :

60 gram tanaman sawi tanah dan 15 gram bawang putih direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 5 :

Peras 1 buah jeruk purut matang yang berair, lalu seduh airnya dengan 60 ml air panas.

Pemakaian : Minum sekaligus selagi hangat.

Ramuan Obat Tradisional 6 :

Cuci bersih 15 gram daun gandola segar, lalu rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan sedikit garam sambil diaduk hingga larut.

Pemakaian : Minum sekaligus.

Ramuan Obat Tradisional 7 :

Parut ¼ butir buah kelapa dan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari, lalu campurkan. Setelah itu, tambahkan 1 gelas air matang, lalu peras.

Pemakaian : Minum 1 kali sehari.

Ramuan Obat Tradisional 8 :

Siapkan 2,5 cm rimpang jahe (dikupas dan diparut), ½ sendok teh cabai bubuk kering, 2 sendok makan air jeruk lemon, 1-2 siung bawang putih (digerus halus), dan madu sesuai selera. Rebus jahe dengan 2 gelas air, kecilkan api, dan biarkan selama 5 menit. Tambahkan cabai bubuk dan rebus kembali selama 1 menit. Angkat ramuan, lalu tambahkan air jeruk lemon, bawang putih, dan madu. Diamkan sebentar, lalu saring.

Pemakaian : Minum hangat-hangat.

Ramuan Obat Tradisional 9 :

Rebus 100 gram jahe segar yang diiris-iris beserta dengan 1 batang kayu manis yang dipecah-pecah, 1 sendok teh ketumbar , 3 buah cengkih, dan 1 iris jeruk lemon dengan 500 ml air. Setelah mendidih biarkan selama 15 menit. Angkat, saring. Untuk menambah rasa, dapat ditambahkan madu.

Pemakaian : Minum hangat, 1 cangkir setiap 2 jam.

dari berbagai sumber.


Obat Tradisional Pegal Linu

Obat Tradisional Pegal Linu

http://mujtahidabdulhaq.blogspot.com/feeds/posts/default

Rasa pegal linu sering menyerang daerah leher, pundak, dan lengan. Pegal linu timbul karena otot meregang. Pegal linu dapat disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan secara tidak benar, seperti duduk dengan posisi yang salah dalam waktu lama, mengangkat beban terlalu berat, atau kurang olahraga. Ketegangan emosi juga dapat memicu timbulnya pegal linu.

Pengobatan (Pilih salah satu ramuan obat tradisional di bawah ini):

Ramuan Obat Tradisional 1 :

15 biji merica, 10 butir cengkeh, dan 30 gram daun belimbing wuluh yang masih muda digiling hingga halus. Tambahkan cuka secukupnya. dibalurkan pada bagian yang sakit.

Pemakaian : dibalurkan pada bagian yang sakit.

Ramuan Obat Tradisional 2 :

60 gram serai beserta akarnya. Bahan dicuci bersih, lalu rebus bahan dengan air secukupnya hingga mendidih.

Pemakaian : Gunakan hangat-hangat untuk mandi

Ramuan Obat Tradisional 3 :

Akar pohon turi berbunga merah secukupnya digiling sampai halus, lalu aduk sampai menjadi adonan seperti bubur.

Pemakaian : Gosokkan di bagian badan yang sakit.

Ramuan Obat Tradisional 4 :

10 gram bunga mawar kering, 30 gram kencur, dan 30 gram temu lawak. Bahan dicuci bersih lalu direbus dengan 600 mL air hingga tersisa 300 mL. Setelah dingin, saring, lalu tambahkan air jeruk nipis dan madu secukupnya.

Pemakaian : Minum 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 5 :

30 gram jahe merah, 20 gram kunyit, 1 jari kayu manis, dan 10 butir cengkih, bahan dicuci bersih lalu rebus dengan 500 mL air hingga tersisa 200 mL. Setelah dingin saring

Pemakaian : Minum hangat-hangat

diolah dari berbagai sumber.

Obat Tradisional Cacingan

Obat Tradisional Cacingan

http://suharjawanasuria.tripod.com/cacing01.htmhttp://hid57.blogspot.com/2009/02/manfaat-cacing-tanah.html

Cacingan biasanya terjadi pada anak-anak, namun cacingan dapat juga terjadi pada orang dewasa. Gejala cacingan yaitu tubuh kurus dan perut membuncit.

Cacingan disebabkan oleh telur cacing yang masuk ke dalam perut dan menetas menjadi anak cacing (larva). Di dalam perut inilah larva cacing mengisap sari makanan. Hal inilah yang menyebabkan orang yang mengidap cacingan menjadi kurus meskipun banyak mengkonsumsi makanan.

Pengobatan :

  • 25 gram temu hitam, 25 gram bangle, 10 gram biji ketumbar, dan 5 buah tangkai daun sirih (diiris-iris tipis) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian diminum selagi hangat, untuk 2 kali minum.
  • 60 gram krokot segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat dan krokotnya dimakan.

Khusus untuk Cacing Kremi:

· 15 gram akar pohon bunga melati dan 1 pilah daun pepaya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

· 30 gram akar pepaya, 3 butir bawang putih, dan gula merah secukupnya (dipotong-potong) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Airnya diminum selagi masih hangat, untuk dua kali minum.

Khusus untuk Cacing Gelang:

2 sendok makan biji pepaya yang sudah dikeringkan digiling hingga menjadi bubuk, diseduh dengan ½ gelas air, tambahkan madu secukupnya, diaduk hingga rata, kemudian diminum.

Catatan:

Pilih salah satu resep tersebut dan lakukan secara teratur 2 kali sehari.

Sabtu, 02 Mei 2009

mengatasi anak yg sulit makan

Salah satu hal yang kerap membuat khawatir orang tua yang memiliki bayi atau balita adalah anak mereka sulit untuk makan. Belum lagi anak suka memuntahkan makanannya kembali, menyukai satu jenis makanan saja atau bahkan lebih suka mengonsumsi makanan yang tidak mengandung gizi.

Wajar saja bila kemudian orang tua khawatir kalau asupan gizi, vitamin dan energi untuk anak berkurang dan berujung pada kondisi kesehatan anak yang memburuk. Untuk itu orang tua secara aktif harus melatih anak-anak mereka untuk makan dan membangun kesadaran akan pentingnya makanan yang bergizi untuk perkembangan tubuh. Hal ini di mulai dari gerakan menghisap susu sampai dengan pemberian makanan padat secara bertahap.

Selain soal selera makan, ada faktor lain yang menjadi penyebab mengapa bayi atau balita sulit sekali makan. Salah satunya adalah faktor psikologis di mana orang tua suka memaksakan makanan. Akibatnya timbul perasaan pada bayi atau balita bahwa waktu makan adalah waktu yang sangat tidak menyenangkan.

Untuk itu usahakanlah selalu untuk menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan saat waktu makan tiba, sehingga di benak anak-anak muncul perasaan bahwa waktu makan adalah waktu yang sangat menyenangkan. Biasakanlah makan teratur dengan memberi menu pada anak sesuai usia dan perkembangannya.

Menyajikan makanan dengan cara beragam
Buatlah variasi menu masakan dan cara penyajiannya. Makanan yang memiliki daya tarik visual dan keragaman rasa tentu akan membuat anak tidak cepat bosan. Tapi jangan lupa variasi ini juga harus mempertimbangkan vitamin dan zat penting lain yang berguna bagi tumbuh kembang anak. Akan jauh lebih baik jika anak diberi porsi kecil makanan tapi dengan nilai gizi yang tinggi ketimbang porsi makan yang besar tapi sangat sedikit kandungan gizinya.

Anak-anak jaman sekarang suka sekali chicken nugget, saat memilih chicken nugget sebagai lauk beri tambahan tumis sayuran seperti wortel, buncis dan kentang rebus. Untuk menarik perhatian, potong wortel dalam bentuk kesukaan si kecil, misalnya kembang atau bintang.

Hal lain yang bisa dicoba adalah dengan menggunakan alat-alat makan yang menarik perhatian anak-anak. Misalkan dengan menggunakan piring atau mangkuk warna yang bergambar tokoh kartun kesukaan anak.

Jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapat masukan-masukan lain terutama untuk mengetahui besarnya asupan gizi dan vitamin yang paling tepat untuk anak. Jangan sampai terjadi malnutrisi pada anak. (*/silalahi)