Kamis, 16 Juli 2009

Kesalahan-Kesalahan yang Merusak Rambut

Jangan terlalu sering mem-blowdry rambut, karena bisa membuat rambut kering dan rusak.
Demi terlihat cantik, wanita akan melakukan apa saja. Dari blow dry rambut setiap pagi, catok tiap dua hari sekali. Untuk ikut tren, tak jarang rambut dicat. Tentu, Anda terlihat cantik dan berbeda. Tetapi, tahukah Anda, semua itu hanya membantu rambut terlihat cantik untuk sementara saja? Hati-hati, jika tak dirawat, hal-hal tersebut justru akan membuat rambut rusak di masa depan. Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang umum kita lakukan pada rambut dan justru merusaknya.

1. Bleaching Bleaching memaksakan zat kimia untuk masuk ke dalam kutikula dan menyingkirkan pigmen alami rambut. Dengan melakukan hal ini, Anda mengubah struktur rambut, membuatnya lebih mudah rusak. Sekali Anda bleach rambut, Anda mengubah kekuatan batang rambut tersebut, sehingga batang rambut jadi lemah. Apalagi ketika ditambah dengan blow dry dan styling setelah bleaching. Hanya menunggu waktu hingga rambut Anda pecah-pecah, kusam, dan pecah di ujung.

2. Perming Perming bisa berarti pelurusan, juga bisa berarti pengeritingan menggunakan zat kimia. Cara kerjanya dengan merusak ikatan di dalam rambut dan membentuk kembali dengan cara yang berbeda. Perming juga merusak rambut. Setelah perawatan tersebut, Anda mungkin mendapatkan rambut yang Anda inginkan. Namun setelah sekian lama, Anda akan mendapatkan rambut yang kasar dan kering.

3. Highlights dan pewarnaan - Highlights dan zat pewarna semi-permanen tak akan merusak separah setelah bleaching. Tetapi, perawatan ini juga akan merusak struktur rambut, membuatnya terlihat kering dan tak hidup, khususnya jika Anda sering mewarnai akar rambut atau uban.

4. Catok dan blow dry – Panas yang keluar dari alat-alat tersebut secara sementara mengubah ikatan hidrogen yang membuat rambut terlihat bersinar dan sehat. Terlalu sering melakukan kedua hal tersebut akan membawa rambut rusak permanen. Hindari melakukan kedua hal tadi setiap hari.

5. Ikat rambut dan kepangan – Kuncir kuda dan kepangan akan memaksa rambut rusak, apalagi jika diikat sangat kencang. Jika Anda mengikat rambut atau mengepang rambut setiap hari, tak heran jika terjadi kerusakan di masa depannya. Perlu diketahui pula, rambut berada dalam kondisi rentan dan rapuh ketika dalam kondisi basah. Hindari mengikat atau mengepang rambut yang masih basah.

6. Terlalu banyak menyisir – Tak hanya sisir murah dan kasar yang bisa disalahkan. Terlalu sering menyisir rambut bisa mengantarkan rambut Anda pecah di ujung dan patah. Ini diakibatkan karena adanya gesekan yang konsisten pada rambut.

7. Terlalu banyak keramas – Tujuan untuk keramas adalah untuk membersihkan kulit kepala dan menghilangkan tumpukan kotoran atau sisa shampo di rambut dan kulit kepala. Namun, terlalu banyak keramas bisa menghilangkan kelembaban alami rambut –yang sebenarnya diperlukan untuk membuat rambut terlihat sehat- hasilnya, justru membuat rambut kering. Makin lembut Anda mencuci rambut, makin berkurang kerusakan yang Anda lakukan pada kutikula rambut. Carilah frekuensi yang terbaik untuk mencuci rambut. Entah itu dua hari sekali, atau beberapa kali seminggu.

8. Extension dan sulam rambut – Cara kerja extension dan sulam rambut mirip seperti kerusakan yang terjadi akibat mengikat rambut dan mengepang. Semakin lama, dua tindakan ini akan merusak batang rambut tempat mereka terpasang. Perbedaannya dari ikat rambut dan kepang, extension akan merusak batang rambut yang dekat dengan akar rambut, sehingga sulit untuk dipangkas. Jika ada rasa gatal atau tak nyaman di kulit kepala, ini mengindikasikan bahwa ikatan rambut extension tersebut terlalu erat, sehingga menarik akar rambut. Parahnya, ada sebuah kondisi yang menyebabkan kebotakan akibat rambut yang ditarik terlalu ketat dalam waktu lama. Jadi, mintalah membukakan kepangan rambut, atau panjangkan rambut secara alami.

Entah itu panas, zat kimia, zat pewarna, zat penata, semua akan membantu merusak rambut. Peraturan utamanya adalah, semakin sedikit yang Anda lakukan pada rambut, makin bagus. Berita baiknya, produk-produk masa kini sudah jauh lebih baik ketimbang produk-produk penataan rambut yang ada 20 tahun lalu. Apalagi ditambah dengan teknologi dan penelitian yang membantu produk-produk penataan rambut di pasaran lebih menyehatkan rambut.


msn silalahi
Dari berbagai sumber

Jumat, 03 Juli 2009

Kura-kura Leher Ular Rote Kembali ke Habitat

Kura-kura leher ular

ROTE— Kabupaten Rote Ndao memiliki jenis reptilia unik yang tidak terdapat di tempat lain di dunia. Reptilia ini adalah Kura-kura Leher Ular Rote atau Chelodina mccordi. Reptilia ini termasuk ordo testudines dari famili chelidae dan subfamili chelodina.

Kura-kura kecil leher panjang ini dinyatakan sebagai spesies baru tahun 1994 setelah dilakukan penelitian oleh lembaga ilmiah bekerja sama dengan Departemen Kehutanan. Spesies ini merupakan pecahan dari C. Novaeguineae.

Sayang, akibat diperjualbelikan, kura-kura leher ular tidak ada lagi di wilayah Rote Ndao. Masyarakat Rote Ndao bahkan telah lupa dengan keberadaan kura-kura ini. Reptil yang hidup endemik di Danau Naluk dan Danau Enduy Pulau Rote ini justru dikembangbiakkan di daerah lain.

Agar spesies ini tidak punah, Departemen Kehutanan memandang perlu mengembalikan kura-kura ini pada habitatnya di Pulau Rote agar populasinya naik di habitat aslinya.

Upaya pelestarian kura-kura ini sesuai amanat Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, PP/8/1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, Permenhut no. P.19/Menhut-II/2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar bab X tentang Pengembalian ke Habitat Alam (restocking) dan Status Satwa Purna Penangkaran.

Menurut rencana, kura-kura leher ular Rote akan dilepasliarkan di Danau Peto di wilayah Desa Maubesi, Kecamatan Roteng, Kabupaten Rote Ndao. Spesies kura-kura leher ular Rote yang akan dikembalikan ke habitatnya di Pulau Rote sebanyak 40 ekor. Kura-kura ini akan dilepasliarkan di danau Peto sebagai alternatif danau untuk dijadikan lokasi habitat kura-kura tersebut.

"Kura-kura ini langka dan hampir punah. Bahkan, di Pulau Rote sudah tidak ada lagi sehingga yang ada di penangkaran akan dikembalikan ke habitatnya dan dikembangbiakkan. Pelepasan kura-kura ke habitatnya rencananya akan dilakukan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, tanggal 10 Juli 2009 setelah pelaksanaan pilpres," kata Asisten II Pemkab Rote Ndao, Sonny Sayd.

Kura-kura leher ular dewasa bisa mencapai ukuran 15-25 cm dan memiliki bentuk karapas (tempurung) yang unik dengan sisi karapas melengkung ke atas. Reptil ini acap ditemukan di toko-toko hewan walau di tempat asalnya mereka sudah sulit dijumpai.

msn silalahi